batik JAWA BARAT lah … 021011

‘Batik Jawa Barat Lebih Centil’
MINGGU, 02 OKTOBER 2011 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung – Batik Jawa Barat kini sudah berkembang di 23 kota dan kabupaten. Ragam batiknya semarak karena tiap daerah punya corak sendiri sesuai kekhasan wilayahnya.

“Batik Jawa Barat punya banyak warna, dinamis, cerah, lebih centil,” kata Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Dede Yusuf, Ahad, 2 Oktober 2011.

Menurut Sendy, pada 2008, jumlah usaha batik hanya tersebar di 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Kini, jumlahnya berlipat menjadi 23 daerah. Uniknya, masing-masing perajin batik di setiap daerah punya corak motifnya sendiri.

Batik Kota Cimahi yang terhitung baru, misalnya, punya motif militer dengan bahan katun. Desainnya, kata Sendy, ada yang memasukkan bentuk granat dan tank. “Baru diluncurkan, tapi sudah sukses,” ujarnya.

Adapun perajin batik dari Kabupaten Bandung memakai motif daun singkong. Pilihan itu menyesuaikan masyarakat adat Cirendeu yang turun-temurun hingga kini tetap setia memakan singkong sebagai makanan utama pengganti beras.

Perajin batik di Bogor memakai motif hujan gerimis, kujang, serta kijang. Sedangkan Sumedang mengandalkan motif bunga wijaya kusuma. Dari Kota Bandung, batik yang dihasilkan lebih kontemporer dengan motif geometris. Cirebon dengan mega mendung yang telah dikenal dunia internasional dan batik Garut dengan warna gumading atau kekuning-kuningan.

Saat ini, berdasarkan hasil survei Yayasan Batik Jawa Barat, tercatat ada 300 pengusaha dengan 6.000 perajin batik di Jawa Barat. Batik Cirebon yang paling banyak produksinya, kini sudah diekspor ke Jepang dalam bentuk kimono serta ke sejumlah negara Asia dan Eropa, seperti Belanda. “Ancaman sekarang masih dari tekstil batik dari Cina,” ujarnya.

ANWAR SISWADI

Batik Cimahi
Pengantar
Terbentuk bulan juli 2009. ide untuk mengembangkan batik cimahi dimulai karna keprihatinan beberapa seniman cimahi yang peduli terhadap perkembangan budaya tradisional di kota cimahi.

Ada lima tema yang dikembangkan dari batik cimahi ini. Pertama ciawitali, diambil dari nama suatu perkampungan di kota comahi, dimana di dalam kampung terebut terdapat tanaman bambu tali yang lentur.Kedua Curug cimahi,ketiga cirendeu, yaitu suatu perkampungan di daerah cimahi, yang dahulunya adalah tempat pembuangan akhir, masyarakat cirendeu adalah masyrakat yang mempunyai tradisi memakan singkokng, oleh karena itu daun singkong dijadikan salah satu motif dari batik cimahi ini. Keempat Cimahi kota militer, yaitu motif yang terinspirasi dari peralatan militer, hal ini dikarenakan di daerah cimahi banyak terdapat pusat pelatihan militer. Dan yang terakhir motif kujang, kujang terkenal sebagai senjata tradisional jawa barat.

Penulis : Admin | File :
Batik Ciamis
Pengantar
Batik Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan.
Motif batik di daerah ciamis : Motif parang sontak, rereng seno, rereng sintung ageung, kopi pecah, lepakan, rereng parang rusak, rereng adu manis, kumeli, rereng parang alit, rereng useup, rereng jenggot, rereng peuteuy papangkah,

Penulis : Admin | File :
Batik kuningan
Pengantar
Cigugur, salah satu kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terletak di kaki Gunung Ciremai, berjarak sekitar 3 km dari Kota Kuningan, 35 km ke arah selatan Kota Cirebon, atau sekitar 170 km dari Kota Bandung. Di sanalah kita dapat menemui keunikan yang khas dari kearifan budaya lokal (Sunda) yang dituangkan dalam beragam motif batik Paseban Cigugur.

Motif lainnya: motif adu manis, ganggang senggang, geger sunteng, mayang segarahitam, mayang segaramerah, rereng pwah aci, oyod mingmang, oyod mingmang merah, rereng kujang.

Penulis : Admin | File :
Batik Sumedang
Pengantar
Dengan warna kain merah, motif batik Kasumedangan yaitu berpola ceplokan motif utama pada latar vertikal, horisontal atau polos, dan menemukan makna-makna simbolis dari motif-motif tersebut.
Penulis : Admin | File :
Batik Indramayu
Pengantar
Awalnya Batik Paoman hanya memiliki dua warna, yakni warna kain dan warna motif. Warna motif pun masih tradisional, seperti biru tua atau coklat tua. Kini warna-warna pada Batik Paoman lebih beragam.
Ciri yang menonjol dari Batik Indramayu adalah ragam flora dan fauna diungkap secara datar, dengan banyak lengkung dan gari-garis yang meruncing (riritan), latar putih dan warna gelap dan banyak titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, serta bentuk isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku. Motif wadasan, iwak ketong, parang rusak.

Motif-motif batik di Indramayu, banyak mendapat pengaruh besar dari gambar atau kaligrafi dari kawasan Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah/Jawa Timur. Mayoritas motif batik yang digunakan pada Batik Indramayu menggambarkan kegiatan nelayan di tengah laut.

Beberapa motif batik yang mencirikan motif Batik Pesisir khas Indramayu di antaranya adalah Etong (ikan, udang, cumi, kepiting, dll), Kapal Kandas, Ganggeng (ganggang laut), Kembang Gunda (tumbuhan yang hidup di pinggir pantai), dan Loksan. Motif batik khas Indramayu juga ada yang menggambarkan kegiatan sehari-hari seperti Motif Swastika, Motif Merak Ngibing, Motif Kereta Kencana, dan Motif Jati Rombeng. Motif batik indramayu lainnya: banji kunci polos, bokong semar, burung cendrawasih, puyong, kembang asem, ganggeng mina, ganggeng urang ayu, golden, motiflwak petek, manuk bengkuk, kembang karang, kembang srengenge, kliwed, lasem urang, sawat riwog, sekar niem, obar abir, parang dermayon, parang teja, pentil kwista, pinturaja, rajeg wesi, sejuring tumpal, srintil, teluki, tiga negeri.

Ragam hias geometris pada Batik Indramayu, antara lain: banji, kembang kapas, sijuring, pintu raja, obar-abir dan kawung.

Penulis : Admin | File :
Batik Tasikmalaya
Pengantar
jenis batik tasik : Batik Tasikan, Batik Karajinan (Wurug), Batik Sukaraja/Sukapura (Batik tulis khas tasikmalaya)

Warna dasar kain merah, kuning, ungu, biru, hijau, orange dan soga. Dan warnanya cerah namun tetap klasik dengan dominasi biru. Batik Sukapura : berciri khas warna merah, hitam, coklat.
Motifnya kental dengan nuansa Parahyangan seperti bunga anggrek dan burung, selain itu ada juga motif Merak-ngibing, Cala-culu, Pisang-bali, Sapujagat, Awi Ngarambat.

Batik Tasik memiliki kekhususan tersendiri yaitu bermotif alam, flora, dan fauna. Batik Tasik hampir sama dengan Batik Garut hanya berbeda dari warna, Batik Tasik lebih terang warnanya.

Motif batik tasikmalaya lainnya: akar, antanan, balimbing, guci latar batu, lancah tasik, awi ngarambat, sente, rereng daun peutey papangkah, tsunami udey, merak, calaculu, gunung kawi, kadaka, lamban samping, lancah sawat ungu, rereng orlet, renfiel, rereng sintung, manuk rereng peutey selong, manuk latar sisik, merak latar haremis, merak ngibing, parang, sidomukti payung, sisit naga, taleus sukaraja, turih-wajit-limar.

Penulis : Admin | File :
Batik Garut
Pengantar
Warna cerah dan penuh pada sisi lainnya, menjadi ciri khas batik Garutan. Didominasi warna dasar krem atau gading (gadingan), biru, dan soga agak merah. Adanya warna ungu pada corak / desain batik garutan.
Motif batik Garutan adalah Limar, Merak Ngibing yang menggambarkan sepasang burung merak sedang menari. Kemudian ada corak bulu ayam yang memperlihatkan ekor ayam yang panjang dan dilengkung setengah lingkaran. Selain itu, ada juga lereng adumanis, lereng suuk, lereng calung, lereng daun, cupat manggu, bilik, sapu jagat, lereng peteuy dan lainnya. Motif-motif yang dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya. Bentuk-bentuk lain dari motif batik Garut adalah flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat.

Penulis : Admin | File :
Batik Cirebon
Pengantar
Di Cirebon terdapat Batik Pesisiran, Batik Keratonan dan Batik Trusmi. Warna kain secara garis besar cerah dan ceria, merah, pink, biru langit, hijau pupus. Warna batik tradisional terpusat pada tiga warna yaitu krem, hitam, dan cokelat. Batik Keratonan biasanya berwarna coklat soga atau keemasan.
Batik Pesisir dipengaruhi oleh budaya Cina. Motifnya lebih bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter. Motifnya banyak ditandai dengan gambar flora dan fauna seperti binatang laut dan darat, ikan, pepohonan, daun daunan. Batik Pesisiran : Batik bethetan Kedung Wuni Pekalongan, Motif Sarung Cirebonan, Bethetan Demak.

Batik keraton dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Motifnya cenderung berupa batu-batuan (wadas), kereta singa barong, naga seba, taman arum dan anyam alas. Batik Keratonan: Motif Ganggang.

Dua motif Cirebon yang terkenal adalah Corak Singa Wadas dan Mega Mendung. Motif Singa Wadas adalah corak resmi kesultanan Cirebon (Kasepuhan) yang memperlihatkan bentuk Singa Barong dari keraton Kasepuhan. Motif ini kental dengan warna coklat, hitam dan krem.

Motif Mega Mendung yang tidak ditemui di daerah lain, yaitu motif berbentuk awan yang bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif ini mendapat pengaruh dari keraton-keraton di Cirebon. Motif ini kaya akan warna merah, biru, violet, dan keemasan.

Motif batik cirebon lainnya: motif kerang murek, gunung jati, taman terate, ayam alas, patran kangkung, wayang katura, kapal kandas, antares, cerita panji, kompeni, gapura gewor, kembang alas, lung kembang kasunanan, naga seba, rajeg wesi, peksi naga liman, simbar menjangan, taman arum sunyaragi, taman sari kasepuhan, wayang masina.

Penulis : Admin | File :

LEMBUR BATIK CIMAHI
WISATA BELANJA DAN MEMBATIK


LEMBUR BATIK adalah sarana wisata dan wisata belanja yang akan menata diri untuk menyambut kehadiran pengunjung Batik Cimahi disediakan dalam bentuk busana jadi dan helaian bahan (Bahan pakaian aneka motif, warna dan jenis kain).
LEMBUR BATIK mengekspresikan karyanya dalam tiga klasifikasi teknis pembuatan batik, Batik Tulis, Batik Cap, dan Batik Sablon (Printing). Batik Cimahi menyediakan dalam berbagai jenis bahan (kain) berkualitas, agar dapat memuaskan semua kalangan dalam mengapresiasi batik. LEMBUR BATIK juga mengajarkan bagaimana membedakan batik asli san tekstil bermotif batik.
BATIK SEBAGAI KARYA SENI TRADISI
Membatik berarti menulis atau menggambar pada media apapun (kain atau benda lainnya). Dengan menggunakan lilin (malam=Wax) sebagai perintang warna. Setiap unsur keindahan yang diterakan adalah pesan yang ingin disampaikan melalui susunan raut ragam hias dan komposisi warna. Kerumitan tahap Pembuatan mencerminkan kesabaran yang panjang. Demikian pula dengan setiap warna yang merupakan pengulangan proses, mengajarkan keuletan dan upaya luhur. Pesan moral inilah yang diembankan dan menjadi misi LEMBUR BATIK melalui Batik Cimahi. Sebuah karya mengangkat khas Kota Cimahi sebagai ciri dan pembeda dari karya batik yang lain.
BATIK DAN KEKINIAN
Nilai dan keindahan seni dan filosofi batik sebagai adikarya tak tergeser oleh alat modernisasi teknologi. Akar tradisi membatik menjadi daya tarik tersendiri bagi kelestarian batik. Pengembangan teknologi mesin tidak mampu menghilangkan keunikan dan keutamaan nilai-nilai yang dimiliki batik. Kecintaan serta penghargaan yang tinggi dari generasi penerus tradisi batik akan menjadi bingkai kokoh, yang akan melestarikan batik sebagai karya bangsa Indonesia.
LEMBUR BATIK adalah salah satu mata rantai yang senantiasa akan mengembangkan diri untuk turut melestarikan seni tradisi batik di Jawa Barat. Khususnya di Kota Cimahi.
BATIK CIMAHI

Batik adalah warisan budaya bangsa Indonesia. Bahkan UNESCO sendiri telah mengakui kalau batik merupakan salah satu produk asli Indonesia. Sekarang Hari Batik Nasional bahkan sudah ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
Setiap daerah di Indonesia hampir bisa dipastikan memiliki jenis batik yang khas, tak terkecuali kota Cimahi. Meskipun batik Cimahi ini tergolong baru dan tidak termasuk kategori klasik seperti halnya batik Solo, Yogyakarta, Cirebon, atau daerah-daerah lainnya, tapi ini bisa menjadi pemicu yang memotivasi para seniman batik Cimahi untuk terus berkreasi dan bisa mengembangkan motif batik khas Cimahi.
Batik Cimahi pertama kali dibuat melalui suatu kompetisi yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Cimahi yang diketuai oleh Ny. Atty Suharti Tochija. Kompetisi ini sendiri merupakan hasil saresehan yang diikuti oleh tokoh masyarakat, seniman, pengusaha, dan unsur Dekranasda kota Cimahi lainnya. Dengan adanya kompetisi ini, identitas kota Cimahi pun akan terangkat melalui hasil kreativitas masyarakatnya sendiri.
Dalam kompetisi ini, ada sekira 80 motif yang diterima oleh panitia, namun tidak semua motif ini cocok untuk dijadikan motif kain batik Cimahi. Setelah melalui satu seleksi yang cukup ketat, akhirnya terpilihlah lima motif batik yang dinilai paling sesuai dan cocok untuk dijadikan motif batik Cimahi. Kelima motif itu adalah motif Cireundeu, Ciawitali, Curug Cimahi, Pusdik, dan Kujang.

  1. Motif Cirendeu yang dibuat oleh Dadang lebih mewakili masyarakat adat Kampung Cirendeu yang terletak di wilayah Leuwigajah, Cimahi Selatan. Singkong atau sampeu yang merupakan makanan pokok pengganti nasi bagi masyarakat sekitar selama 80 tahun, telah menjadi inspirasi bagi Dadang untuk menciptakan motif batik. Jadi, pada motif Cirendeu ini, motif daun singkong dan ketela lebih mendominasi.
  2. Motif Ciawitali yang diciptakan oleh Didi Sahadi didominasi oleh lukisan bambu dan anyamannya. Inspirasinya datang dari seorang warga Cimahi yang merupakan penggagas Asosiasi Bambu Sedunia. Ciawitali sendiri merupakan nama suatu kampung di Kecamatan Cimahi Tengah yang banyak ditumbuhi rumpun bambu.
  3. Curug Cimahi adalah nama air terjun kebanggaan warga Cimahi yang terletak di kawasan Cisarua. Meskipun kawasan tersebut kini sudah termasuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, namun nama Curug Cimahi sudah sedemikian melekatnya dengan warga Cimahi sehingga menjadi salah satu inspirasi pembuatan motif batik.
  4. Motif Pusdik terinspirasi dari banyaknya Pusat Pendidikan (Pusdik) militer di kota Cimahi. Meskipun tergolong kota kecil, namun Pusdik ini mencapai angka belasan sehingga membedakan kota Cimahi dengan kota-kota lain yang ada di Jawa Barat. Pada motif Pusdik, terlukis berbagai aktivitas pendidikan militer seperti latihan perang, motif Kawah Candradimuka yang merupakan simbol pendidikan militer, dan lain-lain.
  5.   Tema yang terakhir yaitu Kujang. Kujang merupakan senjata tradisional khas Jawa Barat. Motif Kujang ini dibuat oleh Muhammad Yaser. Ada dua jenis motif Kujang yang ada pada batik Cimahi, yaitu motif Rereng Kujang dan kujang Cakra.
    Batik Cimahi telah diperkenalkan pada masyarakat, terutama masyarakat Cimahi, pada bulan Juni 2009 dan bertepatan dengan hari ulang tahun kota Cimahi yang ke-8. Sejak saat itulah upaya-upaya untuk menjaga dan melestarikan batik Cimahi ini mulai dilakukan. Salah satunya yaitu dengan membuka sebuah gerai batik bernama Lembur Batik Cimahi.
    Lembur Batik Cimahi merupakan pusat wisata dan belajar batik yang terletak di jalan Pasantren No. 131 Cimahi. Selain untuk melestarikan batik, Lembur Batik juga dinilai bisa memberdayakan masyarakat sekitar karena karyawannya merupakan warga sekitar Cimahi. Selain sebagai tempat belajar membatik, pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai kriya dan aksesoris berbahan dasar batik seperti kalung, gelang, sandal, sarung bantal, dan sebagainya dengan harga yang cukup terjangkau. Dengan adanya Lembur Batik ini diharapkan kreasi batik Cimahi bisa semakin berkembang dan budaya bangsa pun menjadi semakin kaya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan : sudah sejawarnya kita sebagai remaja dari kota Cimahi bersama-sama melestarikan budaya baru kita ini agar tidak di klaim oleh negara lain :-D

About bumi2009fans

di dunia internet dan blog, gw pake beberapa nama seh: jo, ekonomitakserius, bumi2009fans, atawa (simply) gw :)
This entry was posted in informasi umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s