dunia BATIK $0L0

Sabtu, 21/05/2011 17:53 WIB
Batik Solo Coba Mendunia Lewat Internet
Ardhi Suryadhi – detikinet

Solo – Batik, sebagai kekayaan budaya Indonesia ternyata tak hanya dinikmati masyarakat Tanah Air. Negara lain pun mampu terpikat olehnya. Internet jadi peluang untuk menduniakan batik ini.

Usaha untuk membawa batik ke pentas global salah satunya tengah diusahakan oleh para pengusaha di Kampoeng Batik Laweyan, Solo.

Dhany Arifmawan, pemilik graha batik Cempaka mengatakan, meskipun batik sangat identik dengan identitas Indonesia, namun juga diminati banyak negara. Usaha batik Solo yang dijalankan oleh Dhany misalnya, telah menjejaki bisnisnya hingga Suriname, Singapura, dan Jepang.

Nah, internet rupanya memiliki andil besar dalam menjaring pasar Singapura dan Jepang untuk bisnis batik Cempaka. “Jadi awalnya, mereka (pengusaha asal Jepang dan Singapura-red.) melihat situs kita, kemudian mengontak untuk order karena tertarik,” tutur Dhani, ditemui detikINET di gerainya yang sangat bernuansa Jawa.

Jumlah pesanan dari kedua negara tersebut memang belum terlalu besar, baru sekitar 100 potong tiap bulan. Namun diyakini, usaha ini akan jadi tumpuan pengrajin batik Solo untuk memperluas ekspansinya di pasar internasional.

Corak batik untuk Singapura dan Jepang pun disesuaikan dengan minat pasar setempat. Untuk Singapura misalnya mengusung gambar prajurit, sedangkan Jepang memilih unsur bambu.

Batik Cempaka sendiri memulai usahanya di ranah online sejak tahun 2005 dengan merintis situs http://www.batikcempaka.com. Dhani cukup merekrut satu orang pekerja freelance untuk mengurusi dapur IT situsnya.

“Lumayan, dengan tambahan satu orang itu kita bisa memperluas pemasaran, meningkatkan kepercayaan, dan mengikuti perkembangan zaman dengan memiliki situs,” imbuh Dhani.

Pun demikian, bukan berarti usaha batik rumahan yang go online ini tak memiliki hadangan. Kendala yang pertama adalah soal lamanya proses dari pemesanan hingga barang dikirim, kemudian soal menyamakan pikiran.

“Misalnya mereka minta suatu desain, namun ketika kita coba menterjemahkannya di atas bahan mungkin menjadi lain, ini yang kadang menjadi hambatan,” pungkasnya.

Kini, batik Cempaka Dhani sudah menangguk omset Rp 30 juta per bulan. Masih kecil memang, namun untuk industri rumahan macam ini sepertinya bisa dibilang lumayan. Terlebih, roda bisnis mereka terus berputar menatap masa depan dan terbuka dengan kemajuan zaman.

( ash / eno )

About bumi2009fans

di dunia internet dan blog, gw pake beberapa nama seh: jo, ekonomitakserius, bumi2009fans, atawa (simply) gw :)
This entry was posted in informasi umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s