BATIK dihotelisasikan

Barli Asmara Rancang Seragam Baru Hotel Indonesia Kempinski
Senin, 23 Mei 2011 – 14:21 wib
Lastri Marselina – Okezone

BERTEPATAN dengan ulang tahun kedua, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bekerja sama dengan perancang muda Barly Asmara melakukan penggantian seragam. Ini dilakukan demi menggapai semangat baru tanpa meninggalkan heritage yang telah ada–revive of landmark.

“Penggantian seragam baru diibaratkan new spirit, semangat baru. Kami memang merencanakan penggantian seragam setiap dua tahun sekali. Tahun sebelumnya kami percayakan ke Oscar Lawalata,” jelas Shanti Setyaningrum WS, Assistant Director of Public Relations Hotel Indonesia Kempinski Jakarta di Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Shanti, seragam baru yang dimaksud bukan baju yang old fashion, tapi sesuatu yang berbeda tanpa over doing it.

“Kami ingin menghadirkan penampilan berbeda, hanya saja bukan sesuatu yang old fashion, tanpa over doing it. Dan, kami melihat Barly Asmara sesuai dengan konsep tersebut. Sebab, dia masih muda dan penuh talenta,” ujarnya.

Shanty menjelaskan, terdapat 789 seragam karyawan permanen yang harus diganti dan akan dilakukan secara bertahap. Sementara, Barly baru saja menyelesaikan tahap pertama pengerjaan seragam.

“Saat ini, saya baru saja menyelesaikan fase pertama pengerjaan seragam. Saya ingin menampilkan kesan fresh, hip, elegan, dan look smart. Konsep seragam lebih ke ungu, hitam, dan abu-abu, dengan sedikit corak batik agar tidak menghilangkan heritage. Gayanya sendiri young, sexy, dan trendy, menyatu dengan dekorasi hotel,” sahut Barly Asmara pada kesempatan yang sama.
(ftr)

Tender Seragam Panitia SEA Games Sepi Peminat
Selasa, 13 September 2011 | 10:47 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang – Pengadaan pakaian seragam bagi panitia SEA Games Palembang tidak terlalu menarik bagi pengusaha konveksi setempat. Hingga hari ini, belum ada pengusaha yang berminat untuk memborong pengadaan baju serta tas sandang yang bakal dikenakan panitia pada ajang yang digelar November mendatang itu.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Eddy Yusuf mengkhawatirkan panitia SEA Games bakal bekerja tanpa pakaian seragam sehingga mengurangi kesemarakan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu.

Menurut Eddy, keterlambatan dalam pengadaan pakaian bagi panitia SEA Games merupakan salah satu contoh kasus bila proses tender tidak mungkin lagi diikuti. Eddy kembali meminta agar pemerintah pusat melegalisasi penunjukan langsung (PL) dalam pengadaan barang dan jasa SEA Games. “SEA Games tinggal kurang dari dua bulan, kalau mau tender pasti habiskan waktu lebih dari 45 hari. Maka kita minta payung hukum PL,” kata Eddy, Selasa, 13 September 2011, di ruang kerjanya

Muddai Madang, Wakil Direktur II Indonesia SEA Games Organizing Committee (INASOC) Pusat, mengatakan pengadaan pakaian seragam bagi panitia SEA Games Palembang tidak terlalu menarik bagi pengusaha konveksi setempat. Hingga hari ini, belum ada pengusaha yang berminat untuk memborong pengadaan baju serta tas sandang yang bakal dikenakan panitia. Ia menduga pengusaha takut akan batas waktu yang kian terbatas.

Mudai mengatakan panitia lelang telah mempublikasikan kebutuhan panitia SEA Games, seperti baju batik dan tas sandang, melalui sejumlah media massa, namun belum juga menarik minat pengusaha. “Sebenarnya kami sudah sampaikan secara terbuka, tapi faktanya belum ada yang minat. Mungkin pengusaha takut akan waktu yang kian terbatas,” kata Mudai, Selasa, 13 September 2011. Pada SEA Games mendatang, tidak kurang 8 ribu potong kemeja batik dan tas sandang diperlukan oleh panitia.

Mudai, yang juga berlatar belakang pengusaha, ini menyebut dengan waktu yang kurang dari dua bulan membuat pengusaha tidak mau ambil risiko dengan tersandung kasus hukum di akhirnya. “Kita kadang selaku pengusaha kadang berpikir bila tenggat waktu terbatas, pastinya takut ada faktor keterlambatan sehingga kita akan dikomplain. Itulah yang membuat mereka tidak mau mengambil risiko. Selain itu, kejelasan pencairan dana SEA Games juga masih menjadi pertanyaan hingga kini,” ujar Mudai.

Menanggapi kenyataan itu, Mudai mengharapkan pemerintah dapat melakukan langkah taktis mengingat SEA Games akan digelar kurang lebih 1,5 bulan lagi. Menurut dia, permasalahan itu timbul sebagai buntut dari belum dicairkannya dana SEA Games yang bersumber dari APBN-Perubahan dengan total Rp 700 miliar.

Sementara dana yang bersumber dari APBN 2011 hanya mendapatkan alokasi senilai Rp 62 miliar. Mudai menambahkan bila hal itu juga telah direspons oleh Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo dan mengharapkan dana itu dapat dicairkan paling lambat pada 15 September ini.

PARLIZA HENDRAWAN

About bumi2009fans

di dunia internet dan blog, gw pake beberapa nama seh: jo, ekonomitakserius, bumi2009fans, atawa (simply) gw :)
This entry was posted in informasi umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s