batik BANDUNG yang geometris … 021011

Batik: Geometric Motif

January 24, 2008 by cjoeniani

batik2
Jangan ngaku orang Indonesia kalo ngga kenal yang namanya Batik. Batik merupakan warisan budaya yang adi luhung. Kain khas Indonesia ini (asli Indonesia loh! BUKAN Malaysia)  sudah terkenal hingga ke manca negara. Menurutku, keindahan batik ini salah satunya karena keindahan design/polanya. Ada macam-macam pola batik, baik yang tradisional maupun modern. Untuk pola batik tradisional antara lain seperti yang bisa dilihat di gambar atas (merupakan pola batik geometris)
Baris atas, dari kiri adalah pola batik Sidomukti, trus yang tengah Gagak Seta(ada hubungannya ma burung gagak ngga ya?!)  ‘n yang pinggir kanan, yang gambar bunga-bunga kecil itu namanya Tanjung Gunung. Sedangkan pada baris kedua, dari kiri ke kanan berturut-turut adalah: Kawung (aku suka ni pola, sederhana tapi bagus juga)Abimanyu (kok kaya’ nama tokoh pewayangan ya?!) ‘nSemar Mesem (Semar tu salah seorang tokoh punakawan dalam cerita wayang, sedangkan Mesem tu dalam bahasa Indonesia artinya tersenyum. Jadi… Semar yang lagi tersenyum. Lahh… bingung aku, apanya yang kaya Semar lagi tersenyum?! Au ahh… tanya aja ma penciptanya). Di baris ketiga adalah pola batik Gringing (Gringing apa Grinjing ya?! Atau jangan-jangan malah bukan dua-duanya. Waduh!!) Mohon maaf, untuk nama yang satu ini perlu aku konfirmasi dulu, ‘coz tulisannya ngga jelas, jadi mungkin ada kesalahan. Atau barangkali ada yang tau nama pola batik yang satu itu?!

Selain pola-pola tsb, masih banyak lagi pola yang lain. Maklumlah aku bukan ahli perbatikan, jadi ngga bisa nulis panjang lebar tentang batik. Pengetahuan yang cuma sedikit ini aja aku dapat waktu dolan ke Museum Sonobudoyo. Pinginnya kapan-kapan bisa maen ke Museum Batik, biar dapat informasi yang lebih banyak. ‘n pinginnya lagi bisa sekalian kursus membatik, kaya’nya aseek tuch. Ya ini sich baru sebatas keinginan, ngga tau kapan bisa direalisasikan hehehe…

Geliat Industri Batik Bandung
Senin, 21 Maret 2011 08:39 wib

BATIK adalah teknik, bukan kain. Karenanya, wajar bila banyak batik bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.

Kendatipun batik Solo,Yogya, dan batik pesisiran macam Pekalongan, Lasem, atau Cirebon masih memimpin pasar, kini semakin banyak daerah yang memiliki identitas batik sendiri. Salah satunya Bandung, Jawa Barat, yang terus ulet mempromosikan batik Bandung.

Yang membedakan batik Bandung dengan batik di daerah lain tentu dari segi ragam hias atau motif. Bila batik Yogya dan Solo kental dengan nuansa tradisional khas keraton, di Bandung batik hadir lebih kontemporer.

Motif-motif geometris, abstrak, bahkan bentukan yang menyerupai siluet angklung (alat musik khas Jawa Barat) ataupun kujang (senjata daerah Jawa Barat) menjadi ragam hias utama.

Salah satu penggiat batik Bandung adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar yang terus berusaha mempromosikan batik abstrak kontemporer ciptaannya. Secara aktif putri pelukis kenamaan RH Popo Iskandar itu terus menghadirkan motif-motif baru yang disarikan dari puisi serta lukisan.

Sementara putri Tetet, Hilma Puspanusa (20), “bertugas” mengolah batik abstrak kontemporer besutan ibunya menjadi koleksi busana siap pakai. Sania Sari, pewaris bisnis Hasan Batik Bandung mengatakan, awalnya usaha batik tersebut hanya usaha kecil yang dirintis sang ayah.

“Malah nama batik Bandung itu diberi oleh konsumen Jepang yang melihat sesuatu yang berbeda di batik kami,” ujar Sania sembari mengatakan bahwa dulu koleksi batiknya berlabel Batik Hasan.

Menurut Sania, seperti batik daerah lainnya, batik Bandung pun mengadaptasi budaya lokal Bandung yang cenderung modern dan progresif. Kini produk-produk Hasan Batik Bandung telah menjadi produk eksklusif dengan keunikan tersendiri berupa komposisi geometris, pola, serta permainan warna cerah yang mudah dikenali.

“Tapi semua itu tetap kami lakukan dengan menggunakan proses membatik tradisional menggunakan canting,” kata Sania.

Adapun Batik Komar yang berlokasi di Jalan Sumbawa adalah hasil besutan H Komarudin Kudiya bersama dengan Hj Nuryanti Widya.

Sementara Wonderful by Leidi Suwandi lebih memfokuskan diri pada pengembangan tekstil batik. Istri Wali Kota Bandung Nani Dada Rosada berharap batik Bandung bisa terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan Jawa Barat, seperti batik lain yang sudah lebih dulu populer layaknya batik Garut atau Cirebon.
(SINDO//nsa)

About bumi2009fans

di dunia internet dan blog, gw pake beberapa nama seh: jo, ekonomitakserius, bumi2009fans, atawa (simply) gw :)
This entry was posted in gambar batik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s