LERENG Merapi sumber kreasi batik : 200712

Batik Lereng Merapi Bangkit Pasca Erupsi
batik lereng Merapi
Tidak berlebihan apabila ketua Dekranas Sleman,Dra. Hj Kustini Sri Purnomo menginginkan Sleman memiliki pasar batik sebab perajin,penggemar,komunitas dan sentra batik berkembang hampir disetiap kecamatan. Dari Seyegan,Mlati,Cangkringan,Pakem,Kalasan dan bahkan batik berkembang dan bangkit pascaerupsi di lereng Merapi. Sudah selayaknya Sleman punya tempat untuk mengenalkan dan memasarkan karya batik.
Menteri negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI pada kabinet Indonesia bersatu II Linda amalia Sari agum Gumelar ketika meresmikan kecamatan Cangkringan menuju kecamatan layak anak sempat mengagumi karya batik tulis warga korban erupsi merapi. Bahkan tanpa banyak komentar,mantan ketua umum konggres wanita Indonesia (kowani) memborong batik.
Batik memiliki tempat spesial bagi masyarakat dan sangat potensial dikembangkan di Sleman. Dekranas Sleman selalu memfasilitasi perajin memasarkan batik. Karya perajin batik lereng Merapi menjadi daya tarik tersendiri bagi rombongan menteri pada saat batik lereng Merapi dipamerkan di Balai Desa kepuharjo,Kecamatan cangkringan,”ayo silahkan ibu-ibu memborong batik lereng merapi untuk anak-anak dan suami.” ujar Linda Agum Gumelar.
Para perajin kelihatan sumringah pada saat Linda Amalia Sari memborong batik diikuti staf yang lain. Menurut Laretna T Adhisakti pendamping korban erupsi ternyata berhasil. Melalui usaha rumah tangga seperti kerajinan batik,bordir atau sulaman,dengan memanfaatkan sisa atau serpihan batik telah menembus pasar nasional,bahkan BI telah pesan tas mungil karya korban erupsi.
Untuk pendampingan para perajin batik Desa kepuharjo melibatkan Paguyuban batik Indonesia Sekar jagad,bahkan ketua paguyuban Ny larasati Suliantoro turun langsung ikut nyerat disamping mengerahkan instrusktur lain dan mahasiswa Institut Pertanian (Intan) Yogyakarta.
Selain menjadi perajin beberapa warga juga menekuni bordir dan sulaman khusus memanfaatkan limbah batik dengan dikombinasikan kain jeans,sehingga menjadi kerajinan batik khas lereng Merapi.
Serpihan batik limbah dari penjahit ini dibentuk yang mengekspresikan saat-saat terjadi erupsi,diantaranya Gunung Merapi yang sedang aktif atau lingkungan kegiatan selter.
karya batik kombinasi bordir ini menurut perajin dari selter Kuwang,Ny Purwaningsih sudah dipasarkan di Jakarta oleh Bu laretna atau akrab dipanggil bu Sita. Untuk tas mungil ini harganya Rp 25 ribu.prosesnya cukup lama karena dikerjakan dengan tangan. Lumayan buat tambahan penghasilan.
… pemenang lomba batik Sleman 2012:

https://i0.wp.com/jogjanews.com/uploads/post/desain-batik-parijotho-ciptaan-susilo-radi-yunianto-menangi-lomba-desain-batik-sleman-20121.jpg
pola batik SLEMANan
Jogjanews.com – Dewan Juri Lomba Desain Batik Sleman 2012 memilih desain batik berjudul Parijotho garapan Susilo Radi Yunianto sebagai juara pertama. Motif yang dikembangkan dari stilisasi buah pari Jontho
itu berhasil menyingkirkan ratusan motif dan meraih nilai tertinggi, 292 poin.

Ketua dewan juri Hajar Pamadhi (Dewan Pakar Seni dan Budaya DIY) mengatakan motif Pari Jotho terpilih karena mempunyai nilai lebih dalam tiga kriteria yakni tema (alam dan misi), komposisi warna dan motif (bentuk dan isen), serta teknik produksi (visibility production).

Dewan juri sendiri terdiri dari praktisi-praktisi batik yang mempunyai reputasi seperti Dosen ISI Jogja Sumino, peneliti Balai Besar Batik dan Kerajinan Yogyakarta Umar Setiadji serta Hajar Pamadhi sendiri.

Ketua panitia lomba Agung Wicaksono mengatakan lomba desain batik merupakan ide Kustini Sri Purnomo, istri Bupati Sleman Sri Purnomo yang berangkat dari persoalan Sleman belum memiliki ciri khas batik. “Lomba digelar untuk mencari kekhasan itu,” ujar Agung Wicaksono, Jum’at (29/6).

Selain Susilo Radi Yuniantto, enam peserta lain berhak mendapat apresiasi atas prestasi masing-masing karya. Desain favorit berjudul “Semarak Salak” adalah karya Irfa Ina Rohana Salma, karya terbaik komposisi karya Lailatul Luvita berjudul “Belut dan Salak”.

Karya terbaik ide dan kreativitas disandang Ngadiran dengan karya berjudul “Gajah Kombinasi Parang Rusak Barong” mendapat nilai 274. Karya terpilih I “Batik Salak” karya Titik Susanti, karya terpilih II “Salak Pondoh” oleh Isdianto, dan karya terpilih III milik Tri Raharjo berjudul “Batik Salakan”. Tujuh karya tersebut diambil dari total 50 nominator.

Lomba dimulai pertengah Februari 2012. Diawali penuangan karya desain batik di atas kertas. Total ada 218 karya dari peserta di berbagai daerah. Diantaranya Klaten, Solo, Demak, Jepara, bahkan Malang, dan Bandung.

Dari 218 buah karya ini dipilih 50 karya nominator untuk mengikuti babak final. Para nominator harus mewujudkan karyanya dalam bentuk batik tulis (canting) pada kain ukuran 50 x 50 sentimeter
persegi. Diawali penuangan karya desain batik di atas kertas.

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada Sabtu (7/7) pukul 19.00 di PEndopo Rumah Dinas Bupati Sleman. “Puncak acara diadakan pameran desain dan kreasi batik terbaik sejak pagi pukul 08.00,” jelas Agung Wicaksono.

 

http://manteb.com/data/foto_berita/batik-pari%20jotho(1).jpg

pari jotho Sleman

About bumi2009fans

di dunia internet dan blog, gw pake beberapa nama seh: jo, ekonomitakserius, bumi2009fans, atawa (simply) gw :)
This entry was posted in informasi umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s